BERITA TERBARU

Belum lengkapnya regulasi tidak boleh jadi alasan berhenti menciptakan kesempatan kerja inklusi. Pemerintah Daerah harus punya inisiasi, melakukan koordinasi dan mengajak semua komponen berpartisipasi. Demikian konklusi dari diskusi Ayo Inklusif! Senin malam (28/1) dalam program Bukan Cuma Cangkrukan JTV. Berikut rangkumannya oleh Ahmad Faizin Karimi dari JPIP. "Saya tidak bicara regulasi, tapi saya mengetuk nurani," demikian ungkap Yoyok Wardoyo Kepala...
Lokasi              : Kab/Kota Jawa Timur Periode kerja   : Februari s/d Maret 2019 Ayo Inklusif! adalah sebuah proyek yang didanai oleh USAID dan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia dengan meningkatkan akses terhadap keterampilan, pelatihan, informasi, pengalaman dan layanan yang relevan untuk kaum muda dengan disabilitas berusia 18-34 tahun. Proyek yang dilaksanakan sampai dengan Februari 2019 ini berlokasi di Jawa...
Lokasi              : Kab/Kota Jawa Timur Periode kerja   : Februari s/d Maret 2019 Ayo Inklusif! adalah sebuah proyek yang didanai oleh USAID dan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia dengan meningkatkan akses terhadap keterampilan, pelatihan, informasi, pengalaman dan layanan yang relevan untuk kaum muda dengan disabilitas berusia 18-34 tahun. Proyek yang dilaksanakan sampai dengan Februari 2019 ini berlokasi di Jawa...
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal menguji coba program ketenagakerjaan inklusi pada tahun 2019 ini. Sebagai langkah awal, telah dilakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membicarakan konsep program inklusi tersebut. Sekitar 50 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, hingga organisasi disabilitas di Kabupaten Malang diundang dalam rapat koordinasi ketenagakerjaan penyandang disabilitas yang diadakan di...
Pagi itu (3/12) Aldilla Reyndha Masadhe menelusuri trotoar kampus Universitas Brawijaya (UB) dengan kursi roda. Namun saat menemui tangga berundak tanpa ada ramp, ia mengalami kesulitan. Akhirnya beberapa orang di sekitar membantu naik dengan cara mengangkatnya di atas kursi roda. Aldilla bukanlah difabel, perempuan ini nondifabel yang sehari-hari bekerja sebagai staf Perencanaan UB. Bersama 61 staf lain, hari itu...
Mereka ternyata bisa mengambil keputusan. Mereka bisa beradaptasi. Dan, mereka bisa benar-benar mendapatkan pekerjaan. Jaka Ahmad, tunanetra ahli disabilitas Ayo Inklusif!, membeberkan pengalaman mendampingi para difabel ini. TUNTAS sudah pembekalan setahun itu. Para difabel itu diwisuda di Hotel J.W. Marriott, 6 Desember lalu. Seru, banyak tawa dan optimisme. Setelah melalui kemah pemuda, pelatihan soft skill, serta hard skill dan magang...
KABAR ini menggembirakan, meski dengan catatan. Peluncuran Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) oleh Kementerian Sosial menyambut Hari Penyandang Disabilitas Internasional 3 Desember patut diapresiasi. Diharapkan ini akan menjadi afirmasi atau diskriminasi positif, agar para penyandang disabilitas lebih mudah melakukan mobilitas di ruang publik. Perlu ada penekanan agar jangan lupa pemerintah mempermudah akses mereka menuju kemandirian. Program ini dilakukan Kemensos. Tidak apa-apa,...
Di akhir masa studi saya di Adelaide, Australia Selatan, saya banyak menerima pesan dari keluarga dekat, rekan kerja dan juga para sahabat yang menanti kepulangan saya ke tanah air. Namun, di balik rasa kangen mereka, terdapat satu pertanyaan yang hampir selalu dilontarkan dalam pesan-pesan mereka. “Kamu kenapa gak sekalian saja tinggal di sana? Kan di sana segala sesuatunya lebih...
Mohammad Agus Rohmatulloh punya impian membantu pengidap epilepsi seperti dirinya. Pemuda asal Mojoagung Jombang itu merasa belum ada peralatan medis yang bisa digunakan pengidap epilepsi untuk mendeteksi kemunculan penyakit tersebut. Karena itu difabel daksa dan tuna wicara itu memilih studi di jurusan Informatika di Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum Jombang. "Saya ingin mengembangkan sampai produknya, namun karena keterbatasan waktu dan...
MOHAMMAD AGUS SETIAWAN tidak lagi tertutup kepada orang-orang di sekitarnya. Jika dulu ia cenderung pendiam dan menyendiri, maka kini difabel daksa ini berani membuka diri. Keberanian itu ia dapatkan tidak dalam waktu singkat. Bahkan hingga menjelang akhir program, Setiawan baru bisa keluar dari tekanan mental jika berada di tengah keramaian. "Saya suka menyendiri. Jadinya nggak disukai teman. Ngomong sama keluarga...